PESAWAT

TOLERANSI

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI SILAHKAN BERKUNJUNG

Kamis, 09 Maret 2017

PENDAFTARAN CALON SANTRI MAHAD AL-ZAYTUN TAHUN PEMBELAJARAN 2017- 2018 TELAH DI BUKA VIA ONLINE









YAYASAN PESANTREN INDONESIA

LEMBAGA PENGAWAS PELAKSANA PENDIDIKAN (LP3)
MA'HAD AL-ZAYTUN
PERISYTIHARAN PENERIMAAN SANTRI MA'HAD AL-ZAYTUN
TAHUN AJARAN 2017 - 2018
I.     PENDAFTARAN
1.     Waktu pendaftaran : 03 Maret - 30 Juni 2017
2.     Sistem pendaftaran : pendaftaran dapat dilakukan secara online dan offline.
a.     Online: melalui www.al-zaytun.sch.id
b.     Offline: datang langsung ke sekretariat pendidikan Al-Zaytun, Gd. Abu Bakar Lt. 1.
3.     Persyaratan pendaftaran:
a.     Membayar biaya pendaftaran sebagai berikut:
1)     Madrasah Ibtidaiyah Al-Zaytun : Rp1.000.000,- (satu juta rupiah)
2)     Madrasah Tsanawiyah/Aliyah : Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)
b.     Mengisi biodata lengkap pada web Al-Zaytun (www.al-zaytun.sch.id)
c.      Menyertakan kelengkapan administrasi berupa :
1)     Akte kelahiran
2)     Kartu Keluarga
3)     Fotokopi KTP (Ayah dan Ibu)
4)     Fotokopi Ijazah / Surat Keterangan Lulus (untuk jenjang MTs dan MA)
5)     Fotokopi rapor dan surat pindah (khusus bagi pendaftar santri MI kelas II - VI)
6)     Fotokopi Nomor Induk Siswa Nasional (kecuali kelas 1 MI)
7)     Hasil rontgen thorax (diserahkan pada saat daftar ulang)
Semua berkas dimasukkan ke dalam map berwarna merah muda untuk calon siswa MI, map berwarna coklat untuk calon siswa MTs, dan map berwarna hijau untuk calon siswa MA.



II.   PEMBIAYAAN
1.     Besarnya pembiayaan
a.     Madrasah Ibtidaiyah
1)     Biaya pendidikan ditanggung YPI.
2)     Biaya akomodasi (penginapan) ditanggung oleh YPI.
3)     Biaya konsumsi Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah) / bulan yang dibayarkan selama 10 bulan dalam 1 tahun.
Pembayaran dapat dilakukan sekaligus atau dicicil bulanan.
Pembayaran bulanan ditunaikan setiap awal bulan (tanggal 1-10).
4)     Biaya listrik ditanggung oleh penghuni berdasarkan besarnya penggunaan (kWh).
5)     Penggunaan fasilitas olahraga dan seni ditanggung oleh pengguna fasilitas yang besarannya dirundingkan dengan bagian olahraga dan seni (KOSMAZ).
6)     Biaya-biaya lain seperti ujian, rihlah ilmiyah, buku paket, seragam, ekstra kurikuler ditanggung oleh pelajar yang besarannya ditetapkan kemudian.
7)     Biaya-biaya penunjang yang dibayarkan pada saat akad, seperti pembelian kasur, alat makan, dan administrasi akad ditetapkan kemudian.
b.     Madrasah Tsanawiyah
1)       Biaya pendidikan ditanggung YPI.
2)       Biaya akomodasi (penginapan) ditanggung oleh YPI.
3)       Biaya konsumsi sebesar USD3.500,- (tiga ribu lima ratus Dollar Amerika) untuk 6 tahun pembelajaran.
Adapun teknis pembayaran sebagai berikut:
a)       Dibayar sekaligus sejumlah USD3.500,- (tiga ribu lima ratus Dollar Amerika) pada saat akad dengan nilai kurs berjalan pada bulan Juli 2017;
b)       Dibayar 2x, yaitu pada saat akad USD1.750,- (seribu tujuh ratus lima puluh Dollar Amerika) dan pada saat memasuki jenjang Aliyah (tahun ke-4) USD1.750,- (seribu tujuh ratus lima puluh Dollar Amerika).
Untuk nilai kurs yang dibayarkan dimuka mengikut kepada nilai kurs berjalan. Adapun pembayaran kedua, nilai kursnya ditetapkan sebesar Rp13.750,-(tiga belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) atau senilai Rp24.062.500,- (dua puluh empat juta enam puluh dua ribu lima ratus rupiah);
c)       Dibayar tahunan sebesar Rp9.000.000,- (sembilan juta rupiah) pertahun.

Pembayaran pertama ditunaikan pada saat penandatangan akad. Pembayaran berikutnya dilakukan setiap awal tahun ajaran sebanyak 5 kali pembayaran;
d)       Dibayar bulanan sebesar Rp800.000,-(delapan ratus ribu rupiah) selama 70 bulan.
Pembayaran pertama pada saat akad berupa deposit sebanyak 3 bulan atau senilai Rp2.400.000,- (dua juta empat ratus ribu rupiah). Pembayaran selanjutnya setiap awal bulan (tanggal 1-10), dimulai dari bulan Agustus 2017.
4)       Biaya listrik ditanggung oleh penghuni berdasarkan penggunaan (kWh).
5)       Penggunaan fasilitas olahraga dan seni ditanggung oleh pengguna fasilitas yang besarannya dirundingkan dengan bagian olahraga dan seni (KOSMAZ).
6)       Biaya-biaya lain seperti ujian, rihlah ilmiyah, buku paket, seragam, ekstra kurikuler ditanggung oleh pelajar yang besarannya ditetapkan kemudian.
7)       Biaya-biaya penunjang yang dibayarkan pada saat akad, seperti pembelian kasur, alat makan, dan biaya notaris ditetapkan kemudian.
c.      Madrasah Aliyah
1)     Biaya pendidikan ditanggung YPI.
2)     Biaya akomodasi (penginapan) ditanggung oleh YPI.
3)     Biaya konsumsi sebesar USD1.750,-, (seribu tujuh ratus lima puluh Dollar Amerika)   untuk 3 tahun pembelajaran.
Adapun teknis pembayaran adalah sebagai berikut:
a)       Dibayar sekaligus sejumlah USD1.750,- (seribu tujuh ratus lima puluh Dollar Amerika) pada saat akad dengan nilai kurs berjalan pada bulan Juli 2017;
b)       Dibayar tahunan sebesar Rp9.000.000,- (sembilan juta rupiah) pertahun.
Pembayaran pertama ditunaikan pada saat penandatangan akad. Pembayaran berikutnya dilakukan setiap awal tahun ajaran sebanyak 2 kali pembayaran;
c)       Dibayar bulanan sebesar Rp800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) selama 34 bulan.
Pembayaran pertama pada saat akad berupa deposit sebanyak 3 bulan atau senilai Rp2.400.000,- (dua juta empat ratus ribu rupiah). Pembayaran selanjutnya setiap awal bulan (tanggal 1-10), dimulai dari bulan Agustus 2017.
4)     Biaya listrik ditanggung oleh penghuni berdasarkan penggunaan (kWh).
5)     Penggunaan fasilitas olahraga dan seni ditanggung oleh pengguna fasilitas yang besarannya dirundingkan dengan bagian olahraga dan seni (KOSMAZ).
6)     Biaya-biaya lain seperti ujian, rihlah ilmiyah, buku paket, seragam, ekstra kurikuler ditanggung oleh pelajar yang besarannya ditetapkan kemudian.

7)     Biaya-biaya penunjang yang dibayarkan pada saat akad, seperti pembelian kasur, alat makan dan biaya notaris ditetapkan kemudian.
2.     Tempat pembayaran
Seluruh pembayaran dilaksanakan di kantor Keuangan Yayasan, lt. dasar Gedung Masyikhah atau ditransfer melalui rekening pendidikan Ma'had Al-Zaytun pada Bank Mandiri atas nama Yayasan Pesantren Indonesia no. 134-00-1212-103-3
III.     PELAKSANA KEGIATAN
Kegiatan penerimaan santri baru dilaksanakan oleh Panitia yang dibentuk YPI. Panitia Pengarah dari LP3 dan panitia pelaksana dari Majelis Guru beserta jajaran.
IV.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN SELEKSI
1.     Waktu pelaksanaan
a.      Daftar ulang, tes kesehatan, dan tes lisan    
             3 - 6 Juli 2017
b.      Tes tulis dan musyawarat kelulusan
             7 Juli 2017
c.       Pengumuman kelulusan
             8 Juli 2017     
       d.  Akad kesepahaman
            8 - 9 Juli 2017
d.      Pembukaan pembelajaran
             10 Juli 2017
        F.  Khutbah al-Arsy
            10 - 12 Juli 2017



2.     Tempat pelaksanaan kegiatan
a.      Daftar ulang, dan tes lisan:
              Gd. Utsman bin Affan

b.      Tes kesihatan:
             Perkhidmatan Kesihatan, Gd. Umar bin Khattab
c.       Tes bertulis:
             Gedung Ali bin Abi Thalib
d.      Akad kesepahaman:
             Basement Gd. Ali bin Abi Thalib
e.      Khutbah al-Arsy ( Pengumuman kelulusan ) 
             Mini Zeteso Gd. Ali bin Abi Thalib

Ditetapkan di Al-Zaytun,
Pada Hari Jum'at,

Tarikh, 03 Maret 2017

Lembaga Pengawas Pelaksana Pendidikan (LP3) Al-Zaytun

http://www.al-zaytun.sch.id/

Sabtu, 15 Oktober 2016

Putra Seram Bagian Barat Maluku Jadi Idola Jawa Barat.


Abdul SBB, putra pulau Seram Bagian Barat Maluku, yang telah mengukir prestasi bersejarah di pentas musik propinsi Jawa Barat sejak duduk di bangku kelas 3 SD Cibanoang, Gantar Indramayu, Jawa Barat.

Putra Seram Bagian Barat Maluku Jadi Idola Jawa Barat.



Abdul SBB

Abdul SBB, putra pulau Seram Bagian Barat Maluku, yang telah mengukir prestasi bersejarah di pentas musik propinsi Jawa Barat sejak duduk di bangku kelas 3 SD Cibanoang, Gantar Indramayu

Selasa, 27 September 2016

PIDATO PERESMIAN MAHAD AL-ZAYTUN



MASJID RAHMATAN LIL ALAMIN
PIDATO PENGHANTAR PERESMIAN DAN LAPORAN SYAYKH AL-MA’HAD AL-ZAYTUN
16 Jumada al-Ula 1420H/27 Agustus 1999M
Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia,
Hadirin yang kami hormati,
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Bapak Presiden yang terhormat,
Yayasan Pesantren Indonesia didirikan pada tanggal 01-06-1993 bertepatan dengan hari raya Idul Adlha 10 Dzulhijjah 1413 H dengan akta pendirian tertanggal 25-01-1994 no. 61 oleh notaris Ny Ii Rokayah Sulaeman S.H., beralamat di Desa Mekarjaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu.
Adapun tujuan dari Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) ini, yang utama dan terutama adalah ikut mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa. Kemudian untuk mencapai maksud dan tujuannya, Yayasan akan melakukan berbagai  usaha yang halal. Antara lain mendirikan pendidikan-pendidikan Pesantren yang segala sesuatunya itu dalam arti kata yang seluas-luasnya.
Yang merupakan bentuk usaha unggulan dari pada Yayasan Pesantren    Indonesia  adalah   Ma’had   al-Zaytun  (Ma’had Al-Tarbiyah Al-Islamiyah Al-Zaytun) sebagai implementasi daripada obsesi, cita-cita, azam “Perbaikan Kualitas Pendidikan Umat “ .
Al-Zaytun akta pendiriannya dibuat oleh notaris yang sama pada tanggal 13-08-1996 yang beralamat di Desa Mekarjaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. Karenanya seluruh usaha pendidikan / pesantren yang telah mahupun yang akan didirikan diberbagai daerah oleh YPI akan menggunakan nama Ma’had Al-Zaytun (Ma’had Al-Tarbiyah Al-Islamiyah Al Zaytun).  Dari sini dapat disimpulkan bahwa Ma’had Al Zaytun adalah dependen pada Yayasan Pesantren Indonesia.
Mengapa pendidikan yang ditempuh berbentuk pesantren (ma’had)?, menurut pemahaman kami, kehidupan pesantren merupakan suatu lembaga (embrio) kehidupan masyarakat yang dapat mewujudkan kebersamaan, keterbukaan, kebebasan, tolong menolong, saling hormat menghormati, yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berjiwa mandiri.  Sebab kehidupan pesantren (ma’had) yang selalu mencontoh dan dicontohi oleh kehidupan para pembimbing dan Kiyai dengan contoh yang baik yang tak henti-hentinya. Sehingga akan menimbulkan suatu kebiasaan positif yang tak henti-hentinya dilaksanakan di perkampungan pesantren (ma’had) tersebut.
Perkampungan pesantren (ma’had) yang dihuni oleh para santri, dengan bimbingan para kiyai yang diarahkan kepada manhaj Al-Dirosah (kurikulum pengajaran) yang pasti, dengan kesederhanaan dan kemandirian sudah tentu akan tercapai suatu spirit yang kokoh, itulah jiwa pesantren (ma’had). Sedangkan untuk mencapai kurikulum yang komprehensip dan up to date di pendidikan pesantren (ma’had) ini harus berani menempuh sikap modern, ya’ni sikap yang sanggup mengantisipasi perkembangan zaman yang selalu mencabar yang pasti dihadapi oleh setiap generasi.  Oleh sebab itu landasan yang dianut oleh Ma’had Al-Zaytun adalah “Pesantren spirit but modern system“.
Individu santri yang dijiwai dengan spirit: berakhlak mulia, berpengetahuan luas, berfikiran bebas, dan berbadan sehat. Insya Allah akan sanggup diarahkan kepada sistem modern dalam segala hal. Itulah kiranya yang melatar belakangi Ma’had Al-Zaytun ini.
Untuk siapa sebenarnya Ma’had Al-Zaytun ini ? Dalam kesempatan ini  perlu disampaikan secara transparan, agar seluruh masyarakat memahaminya.  Bahwasanya pondok pesantren Al-Zaytun timbul dari ummat bangsa Indonesia dan untuk umat.  Artinya Al-Zaytun ada dimana-mana dalam kalangan umat dan bangsa seluruhnya.
Adapun bentuk kurikulum yang diberikan di dalam Ma’had Al-Zaytun ini adalah kurikulum Pendidikan Islam / Umum secara komprehensif dan modern yang selalu sensitif dan tanggap terhadap perkembangan zaman, sehingga selalu up to date (‘ashry) adanya. Dan Ma’had ini akan menitik beratkan kurikulumnya kepada pencapaian ilmu dan teknologi yang dijiwai dengan Iman dan Taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala. 
Menitikberatkan kurikulum pada masalah ilmu pengetahuan, ekonomi dan teknologi bagi Ma’had ini adalah suatu keharusan. Bila tidak, akan berkepanjangan kita ini menjadi pewaris, bahkan mewariskan kebodohan dan kemiskinan, yang menurut bahasa Allah dalam Al-Qur’an generasi “Dzurriyah Dli’afan”, yang siapapun akan merasa takut dan cemas bila itu terjadi. Bila proses perbaikan pendidikan Umat ini berjalan dengan menghasilkan satu kemajuan, maka semua itu merupakan partisipasi umat terhadap negara bangsa ini.
Dari aksentuasi kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, iman  dan taqwa kepada Allah, maka Ma’had ini harus mampu berjalan diatas sistem, yakni tidak boleh melangkah tanpa persiapan (moriel-materiel) program yang jelas dan kontrol yang pasti.  Tiga item ini harus berjalan menyatu menjadi satu kesatuan yang harus ditempuh.  Tidak ada yang lebih utama dan terutama dari semua itu, ya’ni semuanya itu menjadi sesuatu yang utama dan terutama. Bila salah satunya dikesampingkan gagallah pencapaiannya. Untuk menjalani sistem ini Ma’had Al-Zaytun tidak berdiri sendiri atau bekerja sendiri, melainkan selalu bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang telah ada dengan selalu mengacu pada bimbingan-bimbingan instansi terkait, sehingga akan terwujud kesamaan dan kebersamaan dalam menyikapi perbaikan mutu pendidikan Umat dan bangsa ini.
Arah dan tujuan Pendidikan di dalam Ma’had Al-Zaytun adalah: Mempersiapkan peserta didik untuk beraqidah yang kokoh kuat terhadap Allah dan Syari’atnya, menyatu didalam tauhid, berakhlakul karimah, berilmu pengetahuan luas, berketrampilan tinggi yang tersimpul dalam Bashthotan fil Ilmi wal Jismi (Q.S. 2:247) sehingga sanggup siap dan mampu untuk hidup secara dinamis di lingkungan negara bangsanya dan masyarakat antar bangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrowi.
Ma’had Al-Zaytun akan selalu menampilkan spesifikasi atau ciri khas bagi upaya persiapan sumber daya manusia berkwalitas dalam : Penguasaan Al-Quran secara mendalam, terampil berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa antar bangsa yang dominan, berpendekatan ilmu pengetahuan, berketerampilan teknologi dan fisik, berjiwa mandiri, penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa, berdisiplin tinggi serta berkesenian yang memadai.

Ma’had Al-Zaytun dalam menempuh filosofi dan spesifikasinya akan selalu mempopulerkan dan memberdayakan semboyan, pedoman atau prinsip : MA’HAD AL-ZAYTUN PUSAT PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA TOLERANSI SERTA PENGEMBANGAN BUDAYA PERDAMAIAN.
Sebab ilmu Allah dengan segala renik-detailnya hanya akan didapat dengan cara didikan dan ajaran  yang selalu dijiwai oleh toleransi dan damai.
Untuk mewujudkan pesantren dengan segala filosofi, spesifikasi dan mottonya, penanganannya dititik beratkan kepada : proses system efektif dan efisien. Seperti difahami, pilar-pilar pendidikan pesantren tidak jauh berbeda dengan pilar-pilar pendidikan secara umum, terdiri dari : santri/siswa/mahasiswa (peserta didik), kiai/guru/dosen (pamong didik), kurikulum dan sarana-prasarana yang harus dikembangkan secara sempurna, untuk memperoleh output yang optimal.
Sosialisasi Ma’had Al-Zaytun ini tetap berorientasi kepada hakekat kemanusiaan yang tidak membeda-bedakan status sosial keadaan manusia itu sendiri, kaya miskin, bodoh pintar dan sebagainya. Semua input (santri/siswa/mahasiswa) akan ditampung berdasar kebersamaan yang saling menjujung tingggi dan memahami hakekat masing-masing, namun sudah barang tentu akan ditempuh penyaringan-penyaringan secara wajar berdasar persiapan yang tersedia.
Sejalan dengan filosofi, spesifikasi dan motto pendidikan Ma’had Al-Zaytun maka perlu ditempuh jenjang yang memadai sejak dari tingkatan:
    Al-Ibtidai
    Al-‘Idadi
    Al-Tsanawi ditempuh dalam 3 tahun.
    Al-Wustho ditempuh dalam 3 tahun
    Al-‘Ali ditempuh dalam 3 tahun.
    dan Al-Jami’ah ditempuh dalam 4—6 tahun.
Kelak bagi siswa tingkat Al-Tsanawi yang tidak berkeupayaan (dikarenakan keterbatasan kemampuan belajar dan lain sebagainya) mencapai tingkat Al-Wustho, diarahkan kepada Vocational-keterampilan atau kejuruan.
Adapun untuk jenjang Al-Jami’ah penyelenggaraan-nya berdasar prestasi selektif.
Perkampungan Ma’had Al-Zaytun ini pada awal tahun pembelajaran pertamanya ( 1 Juli 1999 ) telahpun menerima murid/santri sejumlah 1459 orang terdiri dari santri rijal = 836 orang dan santri nisa = 623 orang. Kesemuanya berasal 27 Propinsi di Indonesia dan dari negara jiran Malaysia (21 orang).
Demikianlah sekilas tentang keberadaan Ma’had Al-Zaytun.
Kiranya yang terhormat Bapak Presiden berkenan meresmikan arena pendidikan Ma’had Al-Zaytun ini sebagai wahana pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK .
Ma’had Al-Zaytun, 27 Agustus 1999

A.S. Panji Gumilang

Jumat, 06 Maret 2015

KOPERASI DESA KOTA INDONESIA




Koperasi Desa Kota Indonesia,Kaya dan Gagah.
.Syaykh Al-Zaytun Dr AS panji gumilang menjelaskan makna nama koperasi tersebut yakni Koperasi Desa Kota sebagai wadah ekonomi masyarakat desa(petani) dengan masyarakat kota(konsumen)."kita namakan Koperasi desa kota.maka nanti anggotanya orang desa juga orang kota.jangan pernah dipisahkan.sekarang ini kata Syaykh orang desa menjadi lambang ketidakmajuan,dan orang kota juga jadi lambang ketidakberesan budaya.Maka, melalui wadah koperasi ini,mari kita buat desa menjadi sumber petani yang kaya dan kota menjadi konsumen pertanian yang gagah.Syaykh mengutip semboyan Konghucu;Nong Fu Kuo Chiang(Petani Kaya Negara Kuat),demikian juga ajaran Nabi Muhammad SAW:Petani Pemilik Negara,siapa melupakan pertanian menghancurkan negaranya sendiri,kekuatan sesuatu negara akan sangat kokoh bila pertaniannya kaya.kalau pedagan kaya,negara belum tentu kuat.apalagi kalau pejabat dan pegawai negeri kaya,negara pasti tidak kuat.tapi kalau petani kaya negara pasti kuat.karena petani tidak korupsi dan membawa modal dasarnya kemana-mana kecuali di negaranya sendiri.

Kamis, 05 Maret 2015

INSPIRASI MENULIS


JAMMAS



Jammas, Jahe Membangun Masjid

      Jammas..Jahe membangun masjid, nama yang diberikan  oleh Syaykh Al Zaytun  untuk program pembangunan finishing masjid Rahmatan lil Alamin sebuah Masjid  terbesar di dunia. Mungkin sebagian warga bangsa belum mengetahui apa itu Jammas, dan kenapa di beri nama Jammas, sebagai peserta dan sekaligus donator Jammas saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu Jammas dan kenapa di berikan nama Jammas, Jammas adalah Jahe membangun Masjid, jahe yang di maksud adalah jahe yang di tanam sendiri oleh para petani dan hasil dari jahe inilah yang akan membiayai   penyelesaian masjid Rahamatan lil Alamin.   Masjid ini bukan masjid biasanya, karena masjid ini sangat besar dan diperhitungkan akan menjadi pusat peradaban dunia masa kini dan akan datang. Masjid Rahmatan lil Alamin,itulah nama masjid tersebut. Dan menurut cerita nama Rahmatan lil Alamin  hanya ada di Indonesia dan bahkan satu-satunya di dunia. Sungguh menakjubkan..!
      Masjid Rahmatan Lil Alamin berlokasi di desa mekarjaya kec Gantar kabupaten Indramayu Jawa Barat. Masjid ini akan menjadi pusat peradaban baru bagi bangsa Indonesia setelah  candi Borobudur di Jawa tengah. Masjid ini merupakan simbol kebanggaan bangsa Indonesia , oleh karena itu bangsa Indonesia telah siap untuk membiayai  finishing Masjid Rahmatan lil Alamin dengan cara menanam Jahe mas yang saat ini telah di tanam  di lahan Pertanian Kampus Al zaytun Indramayu Jawa Barat

Masjid Rahmatan Lil Alamin.

.

      Masjid Ramatan Lil Alamin,berdiri kokoh bagai pagar bumi yang tertancap kuat di tengah hijaunya  Kampus Al zaytun Indramayu jawa Barat.  Masjid ini berdiri di atas tanah 6,5 hektar, berukuran seluas 99 x 99 m berlantai 6 (enam), yang dapat menampung 150.000 jamaah.
        Masjid ini adalah induk dari semua karya besar monumental umat Islam bangsa Indonesia, yang diyakini akan diukir sejarah sebagai simbol kebesaran dan kebangkitan bangsa Indonesia, sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia.Sebagai simbol keberadaan umat Islam, sudah barang tentu apabila pembangunan sebuah masjid menggambarkan nilai-nilai keimanan dan ajaran-ajaran Islam itu sendiri, sebagaimana diuraikan oleh Syaykh al-Ma’had Dr Abdussalam Panji Gumilang dalam penjelasannya mengenai filosofi pembangunan masjid Rahmatan Lil ’Alamin.
      Luas bangunan 99 x 99 m merupakan filosofi dari sifat-sifat Allah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99. Bila diputar ke arah mana saja, angka ini tidak akan pernah berubah, bermakna selalu punya nilai yang sama yaitu 99. Sedangkan, filosofi enam lantai masjid adalah Arkanul Iman, rukun iman yang berjumlah enam. Keenam lantai tersebut secara keseluruhan mempunyai ketinggian 33 m yang mempunyai filosofi jumlah tasbih, tahmid dan takbir setelah salat. Tinggi tiang masing-masing lantai lima meter, ini mempunyai filosofi Arkanul Islam, rukun Islam yang berjumlah lima.
     Selain memiliki kubah yang besar masjid Rahmatan Lil ’Alamin juga dilengkapi dengan kubah yang kecil sebanyak empat buah. Filosofinya sebagai perwujudan bahwa Indonesia mengenal berbagai madzhab. Juga mempunyai menara yang tingginya 68 m, dengan luas lantainya 24x 24 m, ini filosofinya adalah Al-Khulafa al-Rasyidun.
 Program Jammas, Jahe Membangun Masjid


     Melihat peluang pada Jahe Gajah, Mahad Al-Zaytun sebagai instansi pendidikan yang juga peduli akan pertanian dalam negri membentuk tim riset Jahe Gajah. Hasilnya adalah bahwa 1 rias jahe gajeh yang ditanam dengan media Karung mampu menghasilkan Jahe seberat 20 KG yang siap dipanen dalam jangka waktu 10 bulan.
Melihat fakta itu Syaikh Al-Zaytun mencanangkan Program JAMMAS (Jahe Membangun Masjid) yang dicanangkan pada saat melepas para santri Ma'had Al-Zaytun untuk belajar di masyarakat pada tanggal 7 Desember 2014.
Program tersebut mengajak masyarakat luas khususnya wali santri untuk menjadi donatur dalam rangka penyelesaian pembangunan Masjid Rahmatan Lil A'lamiin Program tersebut disambut gembira oleh para wali santri yang memang ingin masjid dengan daya tampung mencapai 150 ribu jamaah cepat selesai.
Tahapan program JAMMAS
Pengumpulan dana dari para donatur dalam bentuk nilai tunai penanaman jahe gajah dalam karung sampai masa panen senilai Rp. 20.000/karung. Dana tersebut akan diinvestasikan untuk penanaman jahe gajah oleh tim pertanian Ma'had Al-Zaytun.
Setelah ditanam maka akan masuk pada masa perawatan tanaman hingga siap dipanen dengan jangka waktu 10 bulan. Setelah dipanen maka akan di jual.
Dana hasil penjualannya siap dibelanjakan untuk kebutuhan penyelesaian pembangunan Masjid Rahmatan Lil A'lamiin. Penanaman dan penyelesaian pembangunan masjid ini di rencanakan akan selesai dalam 3 tahun.
Perhitungan Matematis Program Jammas
Dengan modal awal Rp. 20.000/ karung mampu menghasilkan Jahe seberat 20 kg/karung.
Saat ini (12 jan 2015) harga Jahe Gajah tertinggi Rp. 24.000/kg, terendah Rp. 15.000/kg jika diambil rata2 maka harga Jahe Gajah senilai:
Rp. 20.000/kg x 20kg (hasil panen) = Rp. 400.000/karung

Untuk 1 meter persegi mampu menampung 4 karung tanaman Jahe Gajah, maka hasil untuk 1 meter persegi, 4 karung x Rp. 400.000/karung = Rp. 1.600.000/M2.
Kebutuhan dana yang dipersiapkan untuk penyelesaian pembangunan Masjid kurang lebih Rp. 700.000.000.000 kebutuhan jahe yang harus ditanam untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu: Rp. 700.000.000.000/ Rp. 400.000 = 1.750.000 karung.
Kebutuhan Lahan (dalam M2): 1.750.000 / 4 = 437.500m2 atau 43,75 Ha
Kebutuhan Modal Awal: 1.750.000 x Rp. 20.000 = 35.000.000.000 atau 35M.
Dengan masa perencanaan selama 3 tahun, maka 35M / 3 = 11,67M per tahun

Melihat angka diatas mungkin terlihat besar bahkan mungkin terdengar mustahil. Namun tidak ada yang tidak mungkin selama kita punya keinginan.
Program ini akan menjadi percontohan dalam pembangunan Masjid-masjid di Indonesia. Dengan program penanaman jahe dalam karung maka konsep ini dapat dijalankan dimanapun bahkan di tempat yang kering sekalipun.
Ma'had Al-zaytun akan menjadi pertama yang memadu padankan pembangunan masjid dan pertanian dengan teknologi moderen. Sekaligus memberikan harapan dan impian bagi generasi mendatang untuk mau bermimpi menjadi petani moderen.
Sekecil apapun sejarah yang kita ukir akan tercatat dan dikenang.
No. Rekening Program JAMMAS
Bank Mandiri Cabang Indramayu
No. Rekening:
134.00.0040506.7
a.n. JAMMAS

MAHAD AL-ZAYTUN INDONESIA
Petani Kuat Bangsa Sejahtera